Sabtu, 21 November 2009

About Love (2)

Hal-hal yang ingin kita omongin, atau yang harus
kita bilang, justru malah nggak pernah kita
ungkapkan ato ga bisa diungkapan dengan jelas !

Parahnya lagi, kita terbiasa pake simbol-simbol
atau kata-kata lain buat nunjukin arti sebenernya.
Walhasil, seringnya maksud kita itu jadi nggak
terkomunikasikan dan bikin orang lain ngerasa
bete, nggak disayang, nggak dihargai.

Iya sih, ada saat-saat kita ngerasa nggak nyaman
mengekspresikan cinta yang kita rasa. Karena takut
mempermalukan orang lain, atau diri kita sendiri,
kita ragu buat bilang, "I love you". Jadinya, kita
menyampaikan perasaan itu lewat kata-kata yang
lain; "jaga diri baik-baik", "belajar yang bener",
"hati-hati di jalan", "jangan gebut", "jangan lupa
makan". Tapi, sebenernya, itu cuma opsi-opsi lain
dari perkataan yang sesungguhnya; "aku sayang
kamu", "saya peduli sama kamu", "kamu sangat
berarti buat saya", "saya nggak mau kamu terluka".

So, nggak ada salahnya kita coba MENDENGARKAN
CINTA lewat kalimat-kalimat yang dikatakan orang lain.

Ungkapan eksplisit itu penting, tapi bagaimana
kita mengungkapkannya bisa jadi jauh lebih
penting. Setiap pelukan bermakna cinta meski
kata-kata yang keluar sangat berbeda. Setiap
perhatian yang diberikan orang lain menyimpan
cinta walau bentuknya kaku, atau mungkin kasar.
Yang pasti, kita harus mencari dan mendengar cinta
yang ada di baliknya.

Seorang ibu bisa ngomelin anaknya karena nilai
rapot atau kamar yang berantakan. Si anak mungkin
hanya mendengar omelannya. Tapi kalo dia
bener-bener MENDENGAR, dia bakal mendapatkan cinta
di sana. Kepedulian dan cinta ibunya muncul dalam
bentuk omelan. Tapi gimana pun juga, itu adalah cinta.

Seorang gadis pulang larut malam, dan akhirnya
dapet kuliah gratis dari bokapnya. Gadis itu cuma
nangkep kemarahan sang bokap. Tapi kalo dia
mencoba untuk MENDENGARKAN CINTA, dia bakal
menemukannya. "Kamu gimana sih, Papa jadi khawatir
sama kamu," kata bokapnya. Tau nggak, itu sama aja
dengan "Papa sayang dan peduli sama kamu. Kamu
sangat berarti buat Papa" yang sayangnya, nggak
tersampaikan dengan lisan.

Kita mengungkapkan cinta dalam banyak cara--hadiah
ulang tahun, pesan-pesan kecil, dengan senyuman,
dengan air mata. Cinta nggak hanya ada dalam
kata-kata, tapi juga dalam diam. Dan seringkali
kita menunjukkan cinta dengan memaafkan orang yang
nggak mau mendengar cinta yang kita sampaikan.

Masalah dalam "mendengarkan cinta" adalah
kesulitan dan keterbatasan kita untuk mengerti
bahasa cinta yang dipakai orang lain. Yang kerap
terjadi, kita jarang mendengarkan orang lain. Kita
mendengar kata- kata, tapi kita nggak
mempertimbangkan ekspresi atau tindakan-tindakan
yang mengiringi kata-kata itu.

Sering juga kita cuma bisa mendengar hal-hal
negatif, penolakan, kesalahpahaman dan mengabaikan
cinta yang menjadi dasarnya.

Dengerin deh, cinta-cinta yang ada di sekitar kita.

Kalo kita bener-bener berusaha mendengarkan, kita
bakal temui bahwa kita sebenarnya memang dicintai.

Mendengarkan cinta bisa membuat kita sadar bahwa
dunia ini adalah tempat yang begitu indah.

Cinta adalah anugerah.
Membuat kita tertawa.
Membuat kita bernyanyi.
Membuat kita sedih.
Membuat kita menangis.
Membuat kita bertanya "kenapa?"
Membuat kita menerima.
Membuat kita memberi.
Dan yang paling penting, membuat kita hidup and
merasa BAHAGIA !!

Bukanlah kehadiran atau ketidakhadiran yang
penting; kita nggak perlu merasa kesepian meski
kita sedang sendiri. Sendiri itu perlu, lho. Dan
itu jangan sampe membuat kita jadi kesepian. Yang
jadi masalah bukan berada bersama seseorang,
tetapi berada untuk seseorang.

Jangan pernah ragu nyatakan cinta.
Jujurlah dengan apa yang kita rasa dan KATAKAN !!
Nggak ada ruginya mengekspresikan diri.

Ambil kesempatan untuk mengungkapkan pada
seseorang betapa pentingnya dia buat kita. LAKUKAN
!! buat perubahan, hindari penyesalan.

Satu lagi, tetaplah dekat dengan kawan dan
keluarga, karena mereka udah berjasa membangun
diri kita yang sekarang.

Cinta memang ada untuk ditebarkan.

Dan saat cinta yang kita berikan diterima, atau
dibalas,..........................
itulah saat hidup menjadi PENUH MAKNA and BAHAGIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar